Rabu, 13 Oktober 2010

PENDEKATAN KESUSTAAN
Sastra dan Kesusastraan
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya. Dalam konteks kesenian, kesusastraan adalah salah satu bentuk atau cabang kesenian yang menggunakan media bahasa sebagai alat pengungkapan gagasan dan perasaan senimannya. Sehingga sastra juga disamakan dengan cabang seni lain seperti seni tari, seni lukis, seni musik, dan sebagainya.
Pengertian seni
Seni adalah kreavitas yang telah ada (alamiah) maupun dibuat manusia diberbagai macam hal dididunia yang termasuk didalamnnya hal yang menarik dan membosankan tergantung pandangan masing-masing pribadi.
Kreavitas alamiah maksudnya kreativitas sang pencipta alam semesta dalam membuat alam yang sangat indah ini seperti yang kita bisa lihat sendiri hutan belantara, danau, laut dan langit yang biru, bintang-bintang yang bertebaran dilangit serta banyak lagi keindahan yang ada disekitar kita.
Seni tidak selalu menarik karena pandangan seseorang mengenai seni berbeda, misalnya anak muda sekarang cenderung meninggalkan budaya bangsa yang sejak dahulu ada seperti tarian daerah karena mereka memandang hal tersebut membosankan, tidak menarik bahkan ada yang menganggap itu hal yang sangat norak dan ketinggalan zaman.
Seni yang indah tidak sebatas pandangan seseorang, melainkan pandangan masing-masing pribadi yang mungkin dipengruhi trend dan pergaulan seseorang atau pandangan tersendiri dari seseorang walupun banyak orang anggap hal tersebut tidak meenarik, seperti lukisan abstrak sebagian orang akan menganggap itu seni yang indah sebagian mengatakan biasa dan sebagian lagi menganggap lukisan itu hanya sampah yang tidak berarti bagi mereka.
Pengertian Seni adalah ide, gagasan, persasaan, suara hati, gejolak jiwa, yang diwujudkan atau di expresikan, melalui unsur unsur tertentu, yang bersifat indah untuk memenuhi kebutuhan manusia walaupun banyak juga karya seni yang digunakan untuk binatang. Seni indah menurut ukuran yang menikmati.
Pendapat seni menurut para ahli:
1. Menurut Alexander Baum Garton Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
2. Emanuel Kant Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
3. Menurut Leo Tolstoy Seni adalah menimbulkan kembali perasaan yang pernah dialami.
4. Menurut Aristoteles Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
5. Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
PERANAN SASTRA
Prosa, puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita, surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata, pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan bahasa.Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra tidak mungkin tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang menekuni berbagai jurusan, akan selalu, suka tak suka berhubungan dengan sastra.
Bagaimana dengan puisi dan prosa yang merupakan bagian dari kesusastraan (baca: sastra yang indah). Apakah puisi dan prosa juga berguna bagi semua mahasiswa, sehingga bukan saja jurusan bahasa dan sastra tapi juga jurusan sosial, ekonomi dan eksakta berkepentingan mengkaji sastra? Apa seorang yang ingin menjadi insinyur, dokter, diplomat, pengusaha, perwira, pemimpin politik, ahli hukum, negarawan dan ulama, perlu membaca sastra?
Di tahun 60-an, pelajaran kesusastraan masih diajarkan di SMA di semua bagian A,B dan C (budaya, eksakta dan ekonomi). Tetapi posisinya memang hanya sebagai pendukung pelajaran Bahasa Indonesia. Tak jarang jam pelajaran kesusastraan dikanibal oleh pelajaran bahasa.
Hal tersebut dimungkinkan, karena pelajaran kesusastraan tak lebih dari hapalan bentuk-bentuk kesusastraan, riwayat hidup pengarang, judul karya dan sinopsis buku-buku wajib baca. Tak pernah ditelusuri secara mendalam (gurunya tak ada yang terdidik ke arah itu) hakekat kesusastraan itu kaitannya dengan berbagai pemikiran yang ada dalam kehidupan. Jadinya pelajaran kesusastraan – lebih popular disebut pelajaran sastra saja – hanya jadi pelajaran tak berguna. Dihapus juga tidak ada akibatnya.
Kesusastraan (prosa dan puisi) sesungguhnya terkait dengan seluruh aspek kehidupan. Hanya saja karena pemaparannya menempuh lajur rekaan imajinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti cipta-rasa-karsa penulisnya.
Untuk itu memang diperlukan kesiapan: apresiasi, interpretasi dan analisis, sehingga dunia rekaan di dalam sastra jelas kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan. Kritik sebagai perangkat penting yang sesungguhnya berfungsi menunjukkan arti kehadiran sastra, kebetulan sangat parah di Indonesia, sehingga kehadiran sastra semakin tenggelam hanya sebagai hiburan.
Sastra memang memiliki potensi yang hebat untuk menghibur. Dan karenanya sebagai barang komoditi nilainya tinggi. Kaitannya dengan bisnis dan industri juga meyakinkan. Sebuah karya sastra dapat meledak, mengalami ulang cetak setiap tahun dengan oplag raksasa dalam berbagai bahasa.
Namun sastra tidak semata-mata kelangenan, tetapi juga dokumen perjalanan pemikiran yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah. Uncle Toms’s Cabin karya Beecher Stowe yang melukiskan derita dan nestapa budak kulit hitam di Amerika Serikat, telah diakui sebagai salah satu pemicu perang Saudara di Amerika dalam rangka menghapuskan perbudakan.
Dokter Zhivago karya Boris Pasternak melukiskan hidup pelakunya yang bernama Lara yang melambangkan Ibu Rusia. Pemerintah tirai besi Uni Soviet melarang Pasternak menerima hadiah nobel, karena novel itu dianggap sebagai potret Rusia yang tidak dikehendaki oleh pemerintah komunis.

IBD YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA

PENGERTIAN,JENIS PROSA, 5 KOMPONEN DALAM PROSA LAMA DAN BARU
Prosa adalah karangan bebas(tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi seperti ritma,rima,jumlah baris,dan sebagainya).Istilah prosa di ambil dari bahasa latin Oratio Provosa, artinya ucapan langsung. Dalam kesustraaan,yang dimaksud prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat pada bentuk,irama,dan rima(sajak) atau tidak terikat oleh banyaknya suku kata dan jumlah baris.Prosa tidak diikat aturan-aturan khusus,tetapi tidak lepas dari aturan tata bahasa yang bersangkutan.
Prosa dibedakan atas non fiksi dan fiksi
1.Prosa non fiksi ialah prosa yang berisi fakta atau pendapat logis sebagai hasil kajian atau pengamatan terhadap suatu objek.contoh dari prosa non fiksi : - esai,resensi,kritik,biografi,autobiografi
2. prosa fiksi
Prosa juga sering dibedakan atas prosa lama dan prosa baru.
Ada 5 komponen dalam Prosa lama
1. Isinya khayal
2. Anonim (tanpa pengarang)
3. Milik bersama
4. Istana sentries
5. Beredar dari mulut ke mulut
Macam –macam prosa lama
1. Mite:dongeng yang menceritakan kisah-kisah ajaib,tokoh/pelakunya dewa,roh halus,peri,atau sejenisnya.
2. Legenda: dongeng yang dihubungkan dengan terjadinya suatu tempat.misalnya malin kundang dan sangkuriang.
3. Fabel: dongeng yang plakunya binatang.
4. Hikayat: cerita pengaruh arab yang mengisahkan raja dan para bangsawan.
Ada 5 komponen dalam prosa baru
1. Masyarakat sentris
2. Ada pengarang
3. Mencerminkan pribadi pengarang
4. Tertulis
5. Dinamis sesuai dengan perkembangan masyarakat
Macam-macam prosa lama
1. Roman :cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati,mengungkap adat/aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/menyeluruh,alur bercabang.
Misalnya : siti nurbaya,salah asuan.
2. Novel:cerita yang mengisahkan konflik paa pelaku sehingga terjadi perubahan jalan hidup/nasib pelaku utama
3. Cerpen:cerita yang mengisahkan konflik para pelaku tetapi pada umumnya tidak mengakibatkan perubahan nasib para pelaku utama.

NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI


Karya satra menurut ragamnya dibedakan atas prosa, puisi, dan drama. Karya sastera fiksi atau ada yang menyebut ceitera rekaan, merupakan salah satu jenis karya sastera yang beragam prosa.
Prosa Fiksi adalah kisahan atau ceritera yang diemban oleh palaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian ceritera tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu ceritera. (aminuddin, 2002:66). Sedangkan M. Saleh Saad dan Anton M. Muliono (dalam Tjahyono, 1988:106) mengemukakan pengertian prosa fiksi (fiksi, prosa narasi, narasi, ceritera berplot, atau ceritera rekaan disingkat cerkan) adalah bentuk ceritera atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya imajinasi.
Pengertian lain dikemukakan oleh Sudjiman, (1984:17) yang menyebut fiksi ini dengan istilah ceritera rekaan, yaitu kisahan yang mempunyai tokoh, lakuan, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, dalam ragam prosa.
Logika dalam prosa fiksi adalah logika imajnatif, sedangkan logika dalam nonfiksi adalah logika factual.
Prosa fiksi dapat dibedakan atas pendek dan novel. Ada juga yang memilahnya menjadi tiga, selain cerpen, dan noel, tersebut juga istilah roman.
Nurgiantoro (2000:10) MENGUTIP Edgar Alan Poe yang mengatakan cerpen merupakan prosa fiksi yang dibaca selesai sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah jam sampai dua jam, yang agak sulit jika dilakukan untuk sebuah novel.
Sudjiman (1984:14) mengemukakan bahwa ceritera pendek adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal dominan.
Plot cerpen biasanya tungggal, hanya terdiri dari satu urutan peristiwa, dan urutan peristiwa bias terjadi dari mana saja. Kalaupun ada perkenalan tokoh dan latar, tidak berkepanjangan. Karena plot tunggal, konflik dan klimak pun biasanya bersifat tunggal pula.
Tema dalam ceritera pendek biasanya hanya berisi satu tema. Hal itu berkaitan dengan keadaan plot yang juga tunggal dan pelaku yang terbatas. Sebaliknya, novel dapat saja menawarkan lebih dari satu tema, yaitu satu tema utama dan tema-tema tambahan.
Penokohan cerpen hanyaterbatas, apalagi yang bersetatus tokoh utama. Tokoh cerpen terbatas baik jumlah maupun data-data tokoh, misalnya terkait dengan perwtakan. Dengan demikian pembaca harus menyimpulkan dan menerka sendiri perwatakan lengkap yang muncul dalam cerpen.
Pelukisan latar cerpen tidak memerlukan detil khusus tentang keadaan luar, misalnya tentang tempat dan social. Cerpen hanya memerlukan pelukisan secara garis besar saja atau bahkan secara implicit asal telah mampu memberikan suasana tertentu yang dimaksudkan (Nurgianytoro, 2000:13).
Cerpen lebih bias mendukung unity. Artinya segala sesuatu yang diceriterakan mendukung tema utama. Semua unsure pembentuk cerpen harus saling berkaitan. Pencapaian kepaduan cerpen lebih mudah dicapai. Dalam novel agak sulit karena biasanya novel terbagi atas bab yang masing-masing berisi ceritera yang berbeda.
Novel berasa dari kata novella (Italia) yang secara harfiah berarti ”sebuah barang baru yang kecil”. Novel pengertian menurut Sudjiman (1998:53) prosa rekaan yang panjang, yang menyuguhkan tokoh-tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latar secara tersusun.
Plot novel, karena tidak keterkaitan dengan panjangnyua tulisan, umumnya memiliki lebih dari satu plot. Plot novel biasanya terdiri plot utama dan subplot.
Tema dalam novel tidak menutup kemungkinan terdiri atas lebih dari satu tema, yaitu tema utama dan tema-tema tambahan.
Tokoh-tokoh dalam novel biasanya diceriterakan lebih lengkap, misalnya cirri-ciri fisik, keadaan social, tingkah laku, sifat dan kebiasaan.
Pelukisan latar dalam novel, umumnya lebih rinci, sehingga dapat menggambarkan latar lebih jelas, konkret dan pasti.

IBD YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PUISI

Puisi adalah sejenis bahasa yang menyampaikan pesannya dengan lebih padat daripada pemakaian bahasa biasa. Bahasa biasa lazimnya untuk mengkomunikasikan informasi atau dapat dikatakan sebagai bahasa praktis , sedangkan puisi sebagai suatu karya sastra yang dikomunikasikan bukan informasi melainkan cipta sastra membawakan semacam rasa dan presepsi tentang kehidupan,memperluas dan mempertajam kontak-kontak kita dengan pengalaman.Untuk memenuhi kebutuhan batin dan agar hidup lebih bermakna,dengan kesadaran penuh ingin mengetahui pengalaman orang lain serta memahami lebih baik lagi pengalaman kita sendiri.
Puisi dibangun dengan unsur-unsur sebagai berikut:
1. Tema
2. Rasa
3. Nada
4. Amanat,tujuan,maksud
Daya tarik sebuah puisi dapat bermacam-macam.ada puisi yang menarik karena temanya yang mutakhir dan sesuai dengan kondisi waktu tertentu.ada pula puisi yang menarik karena diksi iramanya. Ada juga puisi yang menarik karena rancang bangunannya.juga masih banyak lagi hal-hal lain yang dapat diolah sebagai daya tarik sebuah puisi.namun pada umumnya daya tarik sebuah puisi terletak pada pengolahan tema dan iramanya.
Biasanya sebuah penulis puisi mendapatkan ide-ide untuk membuat sebuah puisi dari kisah-kisah pribadi seorang penulis itu sendiri atau juga banyak penulis puisi mendapatkan idenya dari sebuah pengamatan terhadap kehidupan saat ini.
1 contoh puisi karya Hartoyo andangjaya
Dari Seorang Guru kepada Muridnya
Adakah yang kupunya anak-anaku
Selain buku-buku dan sedikit ilmu
Sumber pengabdianku kepadamu
Kalau hari minggu engkau dating ke rumahku
Aku takut,anak-anakku
Kursi-kursi tua yang ada disana
Dan meja tulis sederhana
Dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
Semua padamu akan bercerita
Tentang hidupku dirumah tangga
Ah,tentang ini aku tak pernah bercerita
Depan kelas,sedang menatap wajah
Horizon yang selalu biru bagiku
Karena kutahu,anak-anakku
Engkau terlalu muda
Engkau terlalu bersih dari dosa
Untuk mengenal ini semua